Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal yang Harus Dihindari agar Artikel Tidak Mudah Ditolak

Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal yang Harus Dihindari agar Artikel Tidak Mudah Ditolak – Proses submit jurnal merupakan tahapan penting dalam publikasi karya ilmiah. Sayangnya, banyak artikel yang gagal melanjutkan ke tahap peer review bukan karena kualitas penelitiannya buruk, melainkan karena adanya kesalahan saat proses pengiriman naskah. 

Kesalahan-kesalahan ini sering kali terlihat sederhana, tetapi dapat menyebabkan artikel mengalami desk rejection atau penolakan awal oleh editor.

Baik mahasiswa, dosen, maupun peneliti perlu memahami berbagai kesalahan umum saat submit jurnal agar peluang artikel diterima menjadi lebih besar. Dengan persiapan yang matang, proses publikasi dapat berjalan lebih lancar dan efisien.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai kesalahan yang sering dilakukan penulis serta tips untuk menghindarinya.

Mengapa Banyak Artikel Ditolak Sebelum Proses Review?

Editor jurnal melakukan penyaringan awal terhadap setiap artikel yang masuk. Pada tahap ini, mereka tidak hanya menilai isi penelitian, tetapi juga memeriksa kesesuaian format, ruang lingkup jurnal, kelengkapan administrasi, dan kualitas penulisan.

Apabila artikel tidak memenuhi persyaratan dasar, editor dapat langsung menolak naskah tanpa mengirimkannya kepada reviewer. Oleh karena itu, memahami prosedur submit jurnal menjadi langkah penting sebelum mengirim artikel.

Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan penulis ketika mengirim artikel ke jurnal nasional maupun internasional.

1. Salah Memilih Jurnal

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai dengan aim and scope. Misalnya, penelitian tentang pendidikan dikirim ke jurnal yang fokus pada bidang kesehatan atau teknik.

Sebelum melakukan submit, pastikan Anda telah membaca ruang lingkup jurnal dengan saksama. Pilih jurnal yang memang relevan dengan topik penelitian sehingga peluang diterima menjadi lebih besar.

2. Tidak Mengikuti Template Jurnal

Setiap jurnal memiliki pedoman penulisan yang berbeda, mulai dari format judul, abstrak, struktur artikel, hingga gaya sitasi.

Beberapa penulis menganggap format hanyalah hal kecil, padahal editor sangat memperhatikan kesesuaian template. Artikel yang tidak mengikuti pedoman penulisan berisiko ditolak pada tahap awal.

Pastikan Anda:

  • Menggunakan template resmi jurnal.
  • Mengikuti aturan margin, font, dan spasi.
  • Menyesuaikan format tabel serta gambar.
  • Menggunakan sistem sitasi yang diminta.

3. Tingkat Similarity Terlalu Tinggi

Plagiarisme masih menjadi penyebab utama penolakan artikel ilmiah. Banyak jurnal menggunakan perangkat lunak pendeteksi kemiripan untuk memeriksa naskah yang masuk.

Agar terhindar dari masalah ini:

  • Lakukan pengecekan Turnitin sebelum submit.
  • Hindari menyalin kalimat tanpa sitasi.
  • Gunakan teknik parafrase yang benar.
  • Cantumkan referensi secara lengkap.

Artikel dengan tingkat similarity yang rendah menunjukkan integritas akademik penulis.

4. Kualitas Bahasa Kurang Baik

Untuk jurnal internasional, penggunaan bahasa Inggris akademik menjadi aspek yang sangat penting. Kalimat yang kurang jelas, tata bahasa yang salah, atau penggunaan istilah yang tidak tepat dapat menyulitkan reviewer memahami isi penelitian.

Sebelum mengirim artikel, lakukan proofreading agar struktur kalimat menjadi lebih baik dan mudah dipahami.

5. Referensi Tidak Memadai

Editor juga akan menilai kualitas referensi yang digunakan.

Kesalahan yang sering ditemukan antara lain:

  • Menggunakan referensi yang sudah terlalu lama.
  • Terlalu sedikit mengutip jurnal ilmiah.
  • Referensi tidak relevan dengan topik penelitian.
  • Kesalahan penulisan daftar pustaka.

Sebaiknya gunakan referensi terbaru, terutama artikel ilmiah yang diterbitkan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir.

6. Mengabaikan Petunjuk Penulis (Author Guidelines)

Banyak penulis langsung mengunggah artikel tanpa membaca petunjuk penulis yang disediakan jurnal.

Padahal, dokumen tersebut berisi informasi penting mengenai:

  • Struktur artikel.
  • Panjang naskah.
  • Format abstrak.
  • Jumlah kata.
  • Jenis file yang diterima.
  • Dokumen pendukung yang harus dilampirkan.

Meluangkan waktu untuk membaca author guidelines dapat mengurangi risiko penolakan akibat kesalahan administratif.

7. Metadata Artikel Tidak Lengkap

Saat submit melalui sistem jurnal, penulis biasanya diminta mengisi metadata, seperti:

  • Judul artikel.
  • Nama penulis.
  • Afiliasi institusi.
  • Email korespondensi.
  • Kata kunci.
  • Abstrak.

Kesalahan dalam pengisian metadata dapat menyebabkan proses editorial terhambat atau bahkan artikel dikembalikan untuk diperbaiki.

8. Tidak Menyiapkan Dokumen Pendukung

Beberapa jurnal meminta dokumen tambahan, misalnya:

  • Cover letter.
  • Surat pernyataan orisinalitas.
  • Pernyataan konflik kepentingan.
  • Data penelitian pendukung.

Jika dokumen tersebut tidak dilampirkan, proses submit bisa dianggap belum lengkap.

Tips Agar Proses Submit Jurnal Berjalan Lancar

Untuk meningkatkan peluang artikel diterima, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Pilih jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian.
  • Baca dan ikuti seluruh pedoman penulisan.
  • Pastikan artikel memiliki kebaruan (novelty).
  • Gunakan referensi ilmiah terbaru.
  • Lakukan proofreading sebelum submit.
  • Cek similarity menggunakan Turnitin.
  • Lengkapi seluruh dokumen yang diminta.
  • Periksa kembali metadata sebelum mengirim artikel.

Persiapan yang baik akan membantu mengurangi kesalahan teknis dan memberikan kesan profesional kepada editor.

Pentingnya Pendampingan dalam Proses Submit Jurnal

Bagi penulis yang baru pertama kali melakukan publikasi, proses submit jurnal sering kali terasa rumit. Pendampingan dari pihak yang berpengalaman dapat membantu memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai standar jurnal.

Dengan adanya pendampingan, penulis dapat lebih fokus pada kualitas penelitian, sementara aspek teknis seperti formatting, pengecekan plagiarisme, proofreading, dan proses submit dapat ditangani secara lebih sistematis.

Percayakan Publikasi Jurnal Anda kepada Ganesha Journal

Jika Anda ingin menghindari berbagai kesalahan umum saat submit jurnal, Ganesha Journal siap membantu proses publikasi artikel ilmiah secara profesional. Layanan yang tersedia meliputi konsultasi publikasi, editing artikel, proofreading bahasa Inggris, pengecekan Turnitin, penyesuaian template jurnal, pemilihan jurnal yang sesuai, hingga pendampingan submit dan revisi reviewer. 

Dengan tim yang berpengalaman dalam dunia publikasi akademik, Ganesha Journal berkomitmen membantu mahasiswa, dosen, dan peneliti meningkatkan peluang artikel diterima di jurnal nasional maupun internasional secara lebih efektif dan sesuai dengan etika publikasi ilmiah. Hubungi Kami +62 881-7117-771.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top